KRT Barno, Kades Bringinan yang Energik tanpa Sekat dengan Rakyat

Pewarta : Nanang Wibowo

Kepala Desa Bringinan, Kanjeng Raden Tumenggung Barno, bersama Sekretaris Daerah Ponorogo. (Foto - Nanang Wibowo)


Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon Ponorogo, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Barno merupakan sosok pemimpin yang berasal dari rakyat dan memulai karir kepemimpinan dari bawah.

Saat ditemui Exspresnews.com, Kamis (16/01/2020), KRT Barno menjelaskan bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai atau pasti mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. "Kita ini adalah pemimpin disetiap level atau tingkatan kehidupan, semakin tinggi levelnya maka tanggung jawabnya semakin besar," Ucap Barno yang mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta itu.

Menurut Kades muda yang energik tersebut, pemimpin harus fleksibel tanpa sekat denganan  rakyat. "Pemimpin harus merakyat selain membangun korelasi dengan seluruh elemen baik pemerintahan, LSM, maupun Ormas lokal, regional, nasional maupun internasional,", ucapnya dengan mantap.

Banyak tamu yang diundang maupun tidak di undang bertandang ke Bringinan, jelas Barno, ada yang berasal dari Germany maupun negara lain, "Selain itu tamu dari berbagai pelosok Indonesia juga banyak datang kesini, ya kita saling bertukar pengetahuan " Ucap mantan TKI yang juga pengusaha muda ini.

Dalam memimpin desanya, Kades Bringinan itu bertekad memerangi kemisikinian dan kebodohan dengan kerja keras dan karya nyata. "Saya yakin dengan kerja keras dan kerja nyata, masalah utama bangsa ini yaitu kemiskinan dan kebodohan akan hilang,"  Lanjut KRT Barno.

Tidak lupa, kata KRT Barno, kami juga mempersiapkan generasi muda menjadi generasi penerus yang memiliki kepribadian kebangsaan yang baik dengan tidak melupakan kearifan lokal. "Kita memiliki berbagai program untuk mereka, diantaranya anak kita ajarkan berhemat dengan menabungbersama dan kita buka bersama menjelang Idul Fitri, selain itu kita ajarkan tata krama bahasa jawa Kromo Alus, kesopanan dan kesantunan merupakan etika sebagai kearifan lokal sebagai orang jawa yang harus dipegang teguh," Urai KRT Barno.

Ayah dua anak tersebut juga menjelaskan bahwa semua kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan dan merupakan pengabdian kepada Nusa dan Bangsa. "Kita harus tetap semangat dalam mengisi kemerdekaan dengan berjuang secara maksimal apa yang kita bisa untuk kemajuan bersama." Pungkas KRT Barno. 

Nanang Wibowo

Post a Comment

0 Comments