Distribusi MBG di Sekolah Slahung Ponorogo Meriah Dengan Kehadiran Bujang Ganong
0 minutes read
Ponorogo, exspresnews.com - Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program nasional di sekolah Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo tampak berbeda dari biasanya. Pasalnya Bujang Ganong yang menjadi menjadi salah satu ikon kesenian Ponorogo turut hadir yang menjadikan suasana semakin meriah. Sorak-sorai kegembiraan anak-anak tak dapat dihindarkan ketika Bujang Ganong mulai memasuki halaman sekolah.
Dengan mengenakan kostum ikonik, topeng merah serta rambut gondrong yang menjadi ciri khasnya, Bujang Ganong hadir bukan hanya sebagai penghibur, tetapi juga membawa pesan edukatif kepada siswa. Karakternya yang ramah dan lucu dengan gerakan tari yang lincah menjadi daya tarik yang mampu menjadi jembatan pendekatan yang lebih menyenangkan.
SPPG Galak Slahung Ponorogo sebagai dapur penyedia MBG, merasa kehadiran Bujang Ganong memberi warna tersendiri di kalangan siswa, sehingga pesan edukatif terkait pentingnya konsumsi makanan yang bergizi pun dapat tersampaikan dengan lebih baik.
Kepala SPPG Galak Slahung Ponorogo, Febrian Lutfi Prayoga, menyampaikan bahwa pendekatan budaya lokal sengaja dipilih agar program MBG lebih berkesan bagi siswa.
“Distribusi MBG tidak hanya soal pembagian makanan, tetapi juga edukasi dan membangun kebiasaan hidup sehat. Dengan menghadirkan Bujang Ganong, anak-anak lebih antusias dan pesan gizi lebih mudah diterima,” ujar Febrian, Rabu (04/02/2026).
Hal senada disampaikan oleh mitra kegiatan, Rian Priya Handoko, yang menilai bahwa kolaborasi ini menjadi langkah kreatif dalam menggabungkan program kesehatan dengan pelestarian budaya daerah.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga merasa bangga dengan budaya Ponorogo. Ini cara yang positif dan menyenangkan,” ungkap Rian.
Bujang Ganong, bukan hanya sebagai sosok penghibur yang sarat dengan kebudayaan,tetapi kehadirannya di tengah pembagian MBG diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal daerah.
Dengan semangat ceria Bujang Ganong, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya gizi seimbang sekaligus memperkuat pelestarian budaya khas Ponorogo dalam kehidupan sehari-hari. (ik)