Anggaran Turun 50 Persen, DPUPR Magetan Pilih Pertahankan Infrastruktur Yang Ada
MAGETAN, exspresnews.com – Jelang hari Raya Idul Fitri 2026, Dinas PUPR Magetan memfokuskan pada pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada. Pemeliharaan jalan rusak ringan hingga sedang menjadi fokus perbaikan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPR Magetan, Muchtar Wakhid saat ditemui di kantornya, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut Muchtar Wakhid menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan karena adanya pengurangan transfer keuangan dari pemerintah pusat hingga mencapai 50 persen dibandingkan tahun lalu, sehingga membuat ruang gerak pembangunan infrastruktur di Kabupaten Magetan menjadi terbatas
“Di PU berkurang 50 persen dibandingkan tahun 2025. Karena anggarannya terbatas, maka program-program yang kami prioritaskan adalah mempertahankan infrastruktur yang ada,” ujar Kepala Dinas PUPR.
Menurutnya, dengan kondisi fiskal saat ini, pihaknya belum mampu merealisasikan pembangunan jalan mulus sesuai harapan masyarakat.
“Kita tidak bisa membangun seperti harapan masyarakat, jalan mulus koyo pipi cewek (seperti pipi perempuan), enggak bisa, karena anggaran kita terbatas,” katanya.
Ia juga menambahkan, pembangunan infrastruktur skala besar hanya bisa terealisasi jika ada bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi. Seperti proyek Bendo-Maospati dan pembangunan Twin Road yang merupakan bantuan keuangan dari pemerintah provinsi.
Namun demikian memasuki 2026, prioritas utama DPUPR adalah pemeliharaan jalan dengan mengandalkan tenaga UPTD dan Unit Reaksi Cepat (URC). Polanya masih sama, yakni penanganan kerusakan ringan hingga sedang melalui tambal sulam.
“Untuk saat ini kami hanya mampu melakukan penambalan jalan rusak dan berlubang.Tapi memang tidak semua lubang bisa kita tutup, terutama yang kerusakannya berat karena itu harus melalui proyek, untuk saat ini kita berusaha mengamankan 22 ruas jalan utama yang menjadi jalur mudik,"jelasnya..
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pemeliharaan jalan di sebanyak 245 ruas jalan di Kabupaten Magetan merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR, selain tambal sulam, pemeliharaan juga mencakup pembersihan drainase, perbaikan gorong-gorong jebol, hingga pelapisan ulang (nyemir) pada aspal yang mulai keropos guna memperpanjang usia jalan.
Meski menyadari belum mampu memenuhi seluruh harapan masyarakat, Muchtar menegaskan pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik.
“Kalau bisa melayani dengan baik itu kepuasan. Masyarakat senang, kami lebih senang. Tapi kami mohon maaf belum bisa memenuhi semua harapan karena memang kemampuan anggaran dan tenaga terbatas,” pungkasnya.(ik)
