EXSPRESNEWS

Tingkatkan Kepedulian Terhadap Pasien Pasca Stroke, RSUD dr Sayidiman Magetan Gelar Penyuluhan

Penyuluhan gangguan komunikasi pasien pasca stroke oleh RSUD dr Sayidiman Magetan. (Ika/exspresnews.com)

MAGETAN, exspresnews.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sayidiman Kabupaten Magetan senantiasa berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya bagi pasien pasca stroke. Bertempat di ruang tunggu Poliklinik rumah sakit setempat, RSUD dr Sayidiman bersama dengan tenaga ahlinya memberikan edukasi tentang gangguan komunikasi pasca stroke.

Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kecacatan dan kematian tertinggi di Indonesia. Salah satu akibat dari serangan stroke adalah kesulitan dalam berbicara. Oleh sebab itulah Denis Amanda Pratiwi, A.Md Kes salah satu staf ahli yang dimiliki rumah sakit secara lebih dekat memberikan penyuluhan kepada pasien maupun keluarga pasien, Jumat (6/2/2026).

Denis Amanda menjelaskan bahwa sebagian besar kemampuan bahasa manusia dikendalikan oleh otak. Ketika stroke menyerang area ini maka jembatan komunikasi bisa terputus.

"Serangan stroke ini bisa merusak jaringan otak dan akan menggangu fungsi tubuh, tak hanya kesulitan dalam berbicara, namun strike dapat mengakibatkan kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, serta sakit kepala yang hebat," jelasnya tegas.

Namun Denis menegaskan bahwa banyak pasien stroke yang bisa pulih kembali dengan penanganan dan rehabilitasi yang tepat. 

"Untuk pasien pasca stroke dengan ganguan komunikasi atau berbicara dapat dilakukan terapis wicara. Dengan menentukan tingkat jenis dan tingkat keparahan gangguan pada pasien maka terapi dapat dilakukan dengan tepat," jelas Denis di sela-sela penyuluhan yang diberikan.

Terapi wicara merupakan seni memulihkan potensi, mengurai belenggu keterbatasan dan menuntut setiap individu menarik kembali dalam irama kehidupannya yang utuh.

Lebih lanjut Denis menuturkan bahwa terapi wicara ini meliputi latihan motorik dengan menguatkan otot lidah dan bibir, stimulasi bahasa dengan latihan menamai benda, menyusun kalimat dan percakapan fungsional.

Diharapkan dengan penyuluhan yang diberikan, pasien pasca stroke bisa lebih percaya diri untuk mampu pulih dari keadaan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik. (Ik)


 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment