EXSPRESNEWS

Di Tengah Status Darurat Sampah, Magetan Raih Adipura Kategori Menuju Kota Bersih

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, saat menerima penghargaan Adipura Kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih). 

MAGETAN, exspresnews.com – Di tengah maraknya status darurat sampah di berbagai daerah, Kabupaten Magetan justru meraih Penghargaan Adipura Kategori Menuju Kota Bersih. Penghargaan tersebut tak lepas dari kerja keras dan kolaborasi epik antara masyarakat, pemerintah daerah serta pemangku jabatan di Magetan.

Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, diberikan di Jakarta, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah yang dirangkai dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, yang mengusung tema 'Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)', Rabu (25/2/2026).

Menurut penilaian nasional dari 345 kabupaten/kota, tidak satu pun daerah yang memperoleh predikat Adipura Kencana (Sangat Bersih), maupun Adipura (Bersih). Hanya 35 daerah yang meraih predikat Adipura Kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih) dan salah satunya adalah Magetan, sedangkan sebanyak 253 kabupaten/kita masuk kategori Kota dalam Pembinaan (Kotor) dan 132 kabupaten/kota masuk kategori dalam Pengawasan (Sangat Kotor).

Capaian Magetan yang termasuk dalam 35 daerah yang memperoleh penghargaan Adipura kategori Menuju Kota Bersih, menunjukkan menunjukkan bahwa tata kelola pengelolaan sampah di Kabupaten Magetan telah memenuhi indikator nasional, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek kelembagaan dan pembiayaan.

Namun ironisnya, penghargaan ini diraih di tengah kondisi Magetan yang darurat sampah, mengingat TPA Milangasri telah penuh, sementara rencana pembangunan TPA baru di Desa Botok masih dalam proses dan belum terbangun.

Dalam evaluasi nasional, beberapa indikator yang memengaruhi nilai Magetan antara lain belum terbentuknya UPTD khusus pengelolaan sampah, sehingga pada indikator kelembagaan memperoleh nilai 0, serta proporsi anggaran pengelolaan sampah yang secara ideal direkomendasikan minimal 3% dari APBD, sementara saat ini alokasi masih sangat terbatas.

Meski demikian, Kabupaten Magetan tetap mampu memenuhi prasyarat penting, termasuk pengendalian TPS liar dan pengelolaan TPA dengan metode controlled land fill (pengurugan berkala) sesuai ketentuan teknis.

Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras yang luar biasa seluruh jajaran kebersihan, khususnya kerja keras yellow force (pasukan kuning) dari pemerintah kabupaten, ksm kelompok swadaya masyarakat, TPS3R, bank sampah, Pokja Kebersihan, relawan lingkungan, dan partisipasi masyarakat.

Para Petugas kebersihan yang telah terbiasa bekerja malam hari untuk memastikan pengangkutan dan penanganan sampah berjalan optimal. Sehingga saat masyarakat memulai aktivitas di pagi hari, lingkungan sudah dalam kondisi bersih dan tertata.

Di tengah keterbatasan sarana, tekanan kapasitas TPA, serta ketatnya standar penilaian nasional, Magetan tetap mampu menunjukkan sistem operasional pengelolaan sampah yang berjalan.

Bupati Magetan bunda Nanik Sumantri menyampaikan bahwa Penghargaan Adipura kategori Menuju Kota Bersih ini dapat diraih berkat kerja keras seluruh jajaran dan masyarakat. 

" Alhamdulillah penghargaan ini merupakan bentuk nyata dari sinergitas yang baik dari seluruh elemen dan masyarakat, namun masih ada pekerjaan rumah besar, terutama penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran," tegas Bupati Magetan.

Lebih lanjut bupati pertama wanita di Magetan ini mengingatkan Penghargaan Adipura menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi melalui Gerakan Pilah Sampah dari Rumah yg kemarin sudah di launching.

"Gerakan ini sebagai langkah strategis mengurangi beban TPA dan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Terima kasih masyarakat Magetan yang sudah peduli terhadap kebersihan. Capaian penghargaan ini kami persembahkan untuk warga magetan semua," imbuh Bunda, sapaan akrab Bupati Magetan.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Kabupaten Magetan, Saif Muchlissun mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja nyata di lapangan.

"Yellow Force, KSM, bank sampah dan relawan lingkungan bekerja tanpa kenal waktu. Evaluasi ini menjadi arah perbaikan, terutama pembentukan UPTD dan penguatan pembiayaan. Target kami jelas, memperkuat tata kelola, mempercepat solusi TPA, dan meningkatkan kategori pada penilaian berikutnya.” ujarnya.

Magetan pun terus berbenah, bekerja keras di tengah keterbatasan, melangkah pasti menuju Kota Bersih. (ik)
 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment